KANKER
KULIT
A.
DEFINISI
KANKER KULIT
Kanker kulit adalah penyakit dimana kulit kehilangan
kemampuannya untuk generasi dan tumbuh secara normal.Sel-sel kulit yang sehat
secara normal dapat membelah diri secara teratur untuk menggantikan sel-sel
kulit mati dan tumbuh kembali (tiro. 2010).
Kanker kulit
adalah jenis kanker yang terletak
dipermukaan kulit,sehingga mudah dikenali. Namun karena gejala awal yang ditimbul dirasakan tidak begitu
menganggu,sehingga penderita terlambat melakukan pengobatan (Mangan,2005).
Kanker kulit
dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Daerah yang sering terjadi seranganya biasanya permukaan
yang sering terkena terpaparan sinar matahari, seperti wajah,tangan dan tungkai
bawah (Mangan,2005).
B.
ETIOLOGI
Penyebab pasti
dari kanker kulit belum ditemukan secara pasti, namun ada beberapa factor
resiko yang dapat menyebabkan timbulnya
kanker kulit yaitu:
1. Paparan
Sinar Ultraviolet (UV)
Penyebab yang paling
sering adalah paparan sinar UV baik dari matahari maupun dari sumber yang
lain. Lama paparan, intensitas sinar UV, serta ada tidaknya pelindung
kulit baik dengan pakaian atau krim anti matahari, semuanya berpengaruh
terhadap terjadinya kanker
kulit.
2.
Kulit Putih
Orang yang memiliki
kulit putih lebih rentan terkena kanker
kulit daripada orang yang memiliki kulit lebih gelap.Hal ini
dikarenakan jumlah pigmen melanin pada orang kulit putih lebih
sedikit. Kadar melanin yang tinggi bisa melindungi kulit dari paparan
berbahaya sinar matahari, sehingga mengurangi risiko terkena kanker kulit. Namun,
orang-orang yang memiliki kulit gelap juga bisa terkena kanker kulit meskipun
jumlahnya cenderung lebih kecil.
3.
Paparan Karsinogen
Bahan kimia tertentu
seperti arsenik, nikotin, tar, dan minyak diyakini dapat meningkatkan risiko
terkena kanker kulit.Namun,
dalam banyak kasus paparan dalam jangka panjanglah yang
biasanya menyebabkan kanker
kulit.Gen pembawa
kanker atau tumor sudah dimiliki hampir seluruh orang sejak lahir. Namun dengan
‘bantuan’ zat atau bahan karsinogen terjadi mutasi sel dan menimbulkan kanker
atau tumor. Akhir-akhir ini, para peneliti di University of Pittsburg Cancer
Institute di Amerika telah memukan virus-virus yang dapat menyebabkan kanker
kulit diantaranya adalah human papilloma virus/ HPV (Isselbacher, et al, 2002).
4.
Genetik/Faktor Keturunan
Susunan genetik
dalam keluarga bisa berpengaruh juga terhadap munculnya kanker kulit. Jika ada salah
satu anggota keluarga yang terkena kanker kulit, maka risiko terkena kanker kulit pada anggota
keluarga yang lain juga akan meningkat.
C.
MANIFESTASI
KLINIS
Ada beberapa kelainan kulit yang
harus dicurigai sebagai kanker kulit yaitu :
1. Benjolan kecil yang membesar
Benjolan
terdapat diwajah, berwarna pucat seperti lilin,permukaannya mengkilap, tidak
terasa sakit atau gatal, dan yang semula kecil makin lama makin membesar.
Apabila diraba, benjolan terasa keras kenyal.Kadang –kadang benjolan menjadi
hitam atau kebiruan, bagian tengah mencekung dan tertutup kerak atau keropeng
yang mudah berdarah dila dangkat.
2. Benjolan yang permukaannya tidak
rata dan mudah berdarah
Benjolan
ini membasah dan tertutup keropeng, teraba keras kenyal, dan mudah berdarah
bila disentuh.
3. Tahi lalat yang berubah warna
Tahi
lalat menjadi lebih hitam, gatal, sekitarnya berwarna kemerahan dan mudah
berdarah.Tahi lalat ini bertambah besar dan kadang-kadang di sektarnya timbul
bintik-bintik.
4. Koreng atau borok dan luka yang
tidak mau sembuh
Koreng
dan luka yang sudah lama, tidak pernah sembuh walaupun sudah diobati, koreng
ini pinggirnya meninggi dan teraba keras serta mudah berdarah, adanya koreng
karena terjadi benturan, bekas luka ang sudah lama atau terinfeksi.
5. Bercak kecoklatan pada orang tua
Bercak
ini banyak ditemukan pada muka dan lengan, bercak ini makin lama permukaannya
makin kasar,bergerigi,tetapi tidak rapuh,tidak gatal, dan tidak sakit.
6. Bercak hitam ysng menebal pada
telapak kaki dan tangan
Bercak
ini ditemukan pada kulit yang berwarna pucat seperti ditelapak kaki dan telapak
tangan. Bercak ini mula-mula dangkal, berwarna hitam keabuan,batas kabur,tepi
tidak teraba, tidak sakit maupun gatal. Kemudian bercak cepat berubah menjadi
lebih hitam, menonjol diatas permukaan kulit , dan tumbuh ke dalam kulit serta
mudah berdarah.
(Dalimartha,
2005)
D.
KLASIFIKASI KANKER KULIT
Kanker kulit secara umum dibagiatas dua golongan besar
yaitu, malenoma maligna dan non malenoma maligna. Non malenoma maligna terbagi
menjadi dua yaitu karsinoma sel basal (KSB) dan karsinoma sel skuamosa (KSS) (dalimartha,setiawan,2005).
1.
Non
malenoma maligna
1)
Karsinoma
sel basal (KSB)
a.
Definisi
Basalioma
atau karsinoma sel basal (KSB) merupakan kanker kulit yang timbul dari lapisan
sel basal epidermis atau folikel rambut.Kanker kulit jenis ini tidak mengalami penyebaran
(metastasis) ke bagian tubuh lainnya, tetapi sel kanker dapat berkembang dan
menyebabkan kerusakan jaringan kulit sekitarnya. Karsinoma sel basal merupakan kanker kulit yang paling sering
ditemukan (Brunner and Suddarth, 2002).
b.
Manifestasi
klinis
Bagian
tubuh yang terserang Kanker Sel Basal biasanya
diwajah) dan leher. Meskipun jarang dapat pula dijumpai pada lengan,
tangan, badan, kaki dan kulit kepala (Marwali, 2002).
Penyakit
ini dimulai dengan papula kecil, warna kuning abu – abu mengkilat, meninggi di
atas permukaan kulit, jika kena trauma mudah berdarah.Papula makin lama makin
membesar menjadi makula dan bagian tengah dapat timbul ulkus atau tidak ada
ulkus (Siregar, 2005).
Menurut (Marwali, 2000) gambaran klinis Karsinoma Sel
Basal ini bervariasi, yaitu:
a)
Tipe Nodulo-ulseratif
Merupakan jenis yang paling sering
dijumpai.Lesi biasanya tampak sebagai lesi tunggal.Paling sering mengenai
wajah, terutama pipi, lipartan nasolabial, dahi dan tepi kelopak mata.Pada awalnya tampak nodul kecil, transparan seperti
mutiara, berdiameter kurang dari 2 cm, dengan tepi meninggi. Kemudian lesi
membesar secara perlahan dan suatu saat bagian tengah lesi cekung, meninggalkan
tepi yang meninggi dan keras.
b)
Tipe Berpigmen
Gambaran
klinisnya sama dengan tipe nodule-ulseratf. Bedanya pada jenis ini berwarna
coklet atau hitam berbintik-bintik atau homogeny yang secara klinis dapat
menyerupai melanoma.
c)
Tipe Morfea/Fibrosing/Sklerosing
Biasanya terjadi pada kepala dan
leher.Lesi tampak sebagai plak sklerotik yang cekung, berwarna putih
kekuningan.
d)
Tipe Superfisial
Lesi biasanya multiple, mengenai
badan.Secara klinis tampak sebagai plak transparan, eritematosa sampai
berpigmen terang, berbentuk ovale sampai ireguler dengan tepi berbatas tegas,
sedikit meninggi, seperti kawat.
e)
Tipe Fibroepitelial
Paling
sering terjadi pada punggung bawah. Secara klinis, lesi berupa nodul kecil yang
tidak bertangkai atau bertangkai pendek dengan permukaan halus atau noduler
dengan warna yang bervariasi.
2) Karsinoma sel skuamosa
a. Defnisi
Karsinoma sel skuamosa merupakan proliferasi maligna yang
timbul dari dalam epidermis.Meskipun biasanya muncul pada kulit yang rusak
karena sinar matahari, karsinoma ini dapat pula timbul dar kulit yang normal
atau lesi yang sudah ada sebelumnya (Brunner and Suddarth,
2002).
Kanker ini merupakan permasalahan yang lebih gawat karena
sifatnya invasive dengan mengadakan metastase lewat system limfatik atau darah.Metastase
menyebabkan 75% kematian akibat dari karsinoma sel skuamosa (Brunner
and Suddarth, 2002).
b. Manifestasi klinis
Bagian tubuh
yang terserang Kanker Sel Skuamosa biasanya pada daerah kulit yang terpapar
sinar matahari dan membran mukosa, namun dapat pula terjadi pada setiap bagian
tubuh.Pada orang kulit putih lebih sering dijumpai pada daerah muka dan
ekstremitas, sedangkan pada orang kulit berwarna gelap di daerah tropik lebih
banyak pada ekstremitas bawah, badan dan dapat pula dijumpai pada bibir bawah
serta punggung tangan (Marwali, 2002).
Penyakit ini dimulai dengan nodula berwarna kulit normal,
atau ulkus dengan tepi yang tidak teratur. Permukaan nodula berbenjol
menyerupai kembang kol, pada perabaan keras dan mudah berdarah yang berasal
dari ulkus, permukaan dan tepi meninggi, warna kekuningan. Tumor menyebar
melalui saluran getah bening ke ala-alat lain (Siregar, 2005).
Menurut Marwali (2002) gambaran klinis Karsinoma Sel
Skuamosa bervariasi, dapat berupa :
a)
Nodul
berwarna seperti kulit normal, permukaannya halus tanpa krusta atau ulkus
dengan tepi yang berbatas kurang jelas
b)
Ulkus
yang menyerupai kembang kol. Tumor ini menonjol diatas permukaan kulit, tidak
rata, berbenjol-benjol seperti kembang kol, berwarna merah atau pucat, membasah
atau berdarah dan berbau.
c)
Ulkus
dengan krusta pada permukaannya, tepi meninggi, berwarna kuning kemerahan.
Dalam perjalanan penyakitnya lesi akan meluas dan mengadakan metastasis ke
kelnjar limfe regional atau ke organ-organ dalam.
d) Karsinoma Sel Skuamosa yang timbul dari kulit normal
lebih sering mengadakan invasi yang cepat dan terjadi metastasi.
2. Melanoma maligna
a. Definisi
Melanoma Maligna
Melanoma
maligna merupakan neoplasma maligna dengan terdapatnya melanosit (sel-sel
pigmen) dalam lapisan epidermis maupun dermis (dan kadang-kadang sel subkutan)
(Brunner and Suddarth, 2002)..
Melanoma
Maligna merupakan suatu jenis sel kanker kulit yang paling ganas dan berasal
dari system melanositik kulit. Biasanya menyebabkan metastasis yang luas dalam
waktu yang singkat, tidak saja melalui aliran limfe ke kelenjar regional,
tetapi juga menyebar melalui aliran darah kealat-alat dalam serta dapat
menyebakan kematian (Marwali, 2000).
Melanoma
Maligna adalah tumor ganas kulit yang berasal dari melanosit dengan gambaran
berupa lesi kehitam-hitaman pada kulit (Siregar, 2005).
b. Manifestasi
klinis
Kunci penyembuhan melanoma maligna adalah
penemuan dini sehingga diagnosis melanoma harus ditingkatkan bila penderita
melaporkan adanya lesi berpigmen baru atau adanya tahi lalat atau tanda lahir
(tompel) yang berubah seperti:
1. Perubahan
dalam warna
2. Perubahan
dalam ukuran (terutama pertumbuhan yang cepat)
3.
Timbulnya
gejala (gatal, rasa terbakar atau sakit)
4.
Terjadi
peninggian pada lesi yang sebelumnya datar
5.
Perubahan
pada permukaan atau perubahan pada konsistensi lesi berpigmen
Tahi lalat walaupun hanya satu dan kecil kadang dapat
juga berubah menjadi ganas, dan dapat terjadi pada tahi lalat di bagian tubuh
mana saja, walaupun yang sering adalah terutama di telapak kaki, kepala/wajah,
leher, pinggang. Selain itu pada tahi lalat, yang mulai sering terasa gatal,
mudah berdarah,ada borok atau luka yang sukar sembuh, harus juga lebih curiga.
Yang harus diwaspadai apabila suatu tahi lalat curiga
menjadi ganas adalah bila pada tahi lalat tersebut ditemukan tanda
"ABCD" melanoma maligna, yaitu:
A= Asimetrik,
bentuknya tak beraturan.
B= Border atau
pinggirannya juga tidak rata.
C= Color atau warnanya yang
bervariasi dari satu area ke area lainnya. Bisa kecoklatan sampai hitam. Bahkan
dalam kasus tertentu ditemukan berwarna putih, merah dan biru.
D=
Diameternya lebih besar dari 6 mm
(Marwali,
2000).
c.
Klasifikasi
melanoma maligna
a) Melanoma superfisial
Melanoma
dengan penyebaran superfisial terjadi pada setiap bagian tubuh dan merupakan bentuk melanoma yang paling
sering ditemukan. Melanoma ini sering ditemukan serta ektremitas bawah.
b) Melanoma lentigo-maligna
Melanoma
lentigo-maligna merupakan lesi berpigment yang tumbuh dengan lambat pada daerah kulit yang terbuka,khususnya
permukaan dorsal tangan,kepala dan leher
pada orang yang berusia lanjut.
c) Melanoma noduler
Melanoma
noduler merupakan noul yang berbentuk sferis yang menyerupai blueberry dengan
permukaan yang relatife licin seta berwarna biru hitam yang seragam.
Melanoma noduler akan menginvasi langsung kedalam lapisan dermis didekatnya
(pertumbuhan vertikel) dan dengan demikian memiliki prognosis yang buruk.
d) Melanoma akral-lentigonosa
Melanoma
akral-lentigonosa merupakan bentuk melanoma yang terdapat didaerah yang terlalu
terpajan sinar mataharidan tidak terdapat difolikel rambut. Jenis melanoma ini
sering terdapat ditelapak kaki,telapak tangan, dasar kuku dan membrane mukosa
yang berkulit gelap.
Berdasarkan
tingkat penyebaran, Siregar (2005) membedakan melanoma maligna dalam 5 stadium
yaitu:
1. Stadium
I
Sel Melanoma hanya terdapat
intraepidemal (Melanoma in situ)
2. Stadium
II
Sel Melanoma sampai papilla dermis
bagian atas
3. Stadium
III
Sel
Melanoma sampai mengisi papilla dermis
4. Stadium
IV
Sel
Melanoma sampai ke dalam jaringan ikat kolagen dermis
5. Stadium
V
Sel Melanoma sampai jaringan lemak
dan subkutan
6. Stadium
VI
Sel Melanoma tampak berbentuk
epiteloid atau kumparan, pleomorfi dengan kromatin kasar.Setiap sel mengandung
butir melanin.Sel berkelompok atau bergerombol. Pada dermis ditemukan
infiltrate limfosit atau makrofag yang mengandung melanin.
Selain itu sampai saat ini klasifikasi standar melanoma maligna yang
digunakan dalam stadium klinik (dengan beberapa modifikasi), yaitu sebagai
berikut:
1. Stadium
I
Melanoma
maligna lokal terbatas pada kulit tanpa metastasis jauh atau ke kelenjar limfe
regional.
2. Stadium
II
Sudah
terjadi metastasis yang terbatas pada kelenjar limfe regional
3. Stadium
III
Melanoma
disseminata, dimana sudah terjadi metastasis jauh.
(Marwali,
2000).
d.
Pengobatan
melanoma maligna
Adapun
pengobatan berdasarkan stadium Melanoma Maligna yaitu :
Tindakan yang dilakukan pada penderita kanker
melanoma maligna ini adalah pengangkatan secara komplit jaringan kanker dengan
jalan pembedahan, apabila telah diketahui terjadi penyebaran maka dibutuhkan
operasi lanjutan untuk mengangkat jaringan di sekitarnya. Untuk pengobatan
secara medikomentosa dengan kemoterapi (obat-obat anti kanker) yang
dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu: alkylating agents,
antimetabolit, alkaloid tanaman, antibiotik antitumor, enzim, hormon dan
pengubah respon biologis. Dan pengobatan secara nonmedikomentosa meliputi
radioterapi, pembedahan dan terapi fisik.
Pembagian terapi berdasarkan stadium melanoma:
1.
Stadium Klinik I Melanoma Malign.
Sampai
saat ini metode pembedahan dengan eksisi luas masih tetap merupakan cara pengobatan
melanoma maligna yang terbaik.
2. Stadium
Klinik II Melanoma Maligna
Eksisi luas disertai pengangkatan kelenjar
limfe regional.
3.
Stadium Klinik III Melanoma Maligna
a.
Kemoterapeutik sistemik
Agen kemoterapeutik tradisional yang
terbaik yaitu Dacarbazine/Dimetil Triazeno Imidazole Carboxamide (DTIC).Dapat
diberikan tersendiri atau dikombinasi dengan obat kemoterapeutik sistemik
lainnya.Respon pengobatan dengan DTIC terjadi pada 20-25% penderita.
Kemoterapeutik sistemik yang direkomendasikan adalah:
DTIC: 200-300 mg/m2 (intravena) selama 5 hari, diulang tiap 3-4 minggu.Nitrosourea: 200 mg/m2 dosis tunggal (oral), diulang tiap 6 minggu.Atau kombinasi DTIC dan nitrosourea
b.
Imunoterapi
BCG' merupakan imunoterapi aktif non
spesifik, terutama digunakan untuk pengobatan melanoma maligna yang mengadakan
metastasis ke kulit.Diberikan secara intralesi dan memberikan pengaruh yang
cukup bermanfaat. Hasilnya tidak menentu, tergantung pada sistem imunitas
penderita.Akhir-akhir ini dilakukan imunoterapi adoptif, dengan memakai
leukaferesis untuk mendapatkan limfosit dari kanker pasien, kemudian sel itu
diinkubasi dengan interleukin-2, untuk membentuk sel pembunuh yang mengaktifkan
limfokin (LAK), dan kemudian sel-sel LAK diinfuskan kembali bersama pemberian
interleukin-2.
E.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Laboratorium
test dan Cuci darah.
Test
lab dan pemeriksaan darah membantu mendiagnosa kanker. Sebagian malignasi dapat
merubah komposisi atau status hematologic.
2. Biopsy jaringan
Hasil biopsy memastikan diagnosis melanoma. Spesimen biopsy yang diperoleh dengan cara
eksisimengungkapkan
informasi histologik mengenai tipe, taraf invas dan ketebalan lesi. Biopsy insisi harus dilakukan
jika lesi yang dicurigai terlalu luas untuk dapat diangkat dengan aman tanpa
pembentukan sikatriks yang berlebihan
(Runkle & Zalonznik, 1994). Specimen biopsy yang diperoleh dengan
pemangkasan, kuratasee atau aspirasi jarum dianggap bukan bukti histologik
penyakit yang dapat diandalkan.
3. pemeriksaan
darah, pemeriksaan sinar x, dan atau CT scan.
Untuk
melanoma yang lebih dalam, pemeriksaan mungkin diindikasikan untuk menemukan
adanya metastase penyakit.Ini meliputi pemeriksaan darah, pemeriksaan sinar x,
dan atau CT scan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar